aku dan kamu adalah energi,...segala sesuatu dalam semesta ini adalah energi,...dan energi itu terhubung satu sama lain,...
Tampilkan postingan dengan label Law of Attraction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Law of Attraction. Tampilkan semua postingan

27 Oktober 2008

Kata-kata Adalah Getaran

Tak terbilang lagi banyak orang yang merasa tersemangati saat mendengar kata-kata yang membangun dan memotivasi, banyak orang yang merasa damai saat mendengar kata-kata yang menyejukkan hati. Namun begitu juga sebaliknya banyak orang yang merasa patah semangat begitu mendengar kata-kata yang menjatuhkan dan memojokkan.

Begitu dahsyatnya kata-kata yang keluar dari mulut & hati seseorang, hingga mampu mengubah bentuk kristal air yang ada di sekitar dirinya maupun yang ada dalam tubuhnya.

Dalam bukunya The Miracle of Water, hasil dari penelitian Dr Masaru Emoto selama dua puluh tahun penelitiannya tentang air, menjelaskan makna kata-kata dan dampak kata-kata pada air.

Selama bertahun-tahun itu pula Dr Masaru Emoto memotret kristal-kristal yang dibentuk oleh air yang membeku. Ada hal menarik yang diungkap olehnya yang merupakan hasil dari penelitiannya itu, saat manusia menggunakan kata-kata yang positif, air yang ada disekitarnya akan membentuk kristal-kristal yang indah dan bersih, demikian pula sebaliknya bila manusia menggunakan kata-kata negatif, maka kristal air yang terbentuk akan buruk tak beraturan.

Dalam penelitiannya, kristal air yang susunannya paling indah dan rumit terbentuk saat manusia dipenuhi oleh paparan kata cinta dan syukur.

Dr. Masaru Emoto dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai –5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata ”setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan.

Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.

Kristal air yang indah & bersih akan meyehatkan tubuh, maka tak heran orang yang selalu menggunakan kata-kata positif akan membentuk tubuh yang sehat, karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah.

Merenungkan kata-kata yang kita gunakan dalam keseharian mungkin adalah langkah yang cukup bijaksana. Karena setiap kata yang keluar mengandung getaran dan ketika tubuh kita bersama semua air yang terkandung di dalamnya terpapar pada kata-kata yang baik, tidak bisa tidak kita akan sehat dan sejahtera.

Dengan cara yang sama, kata-kata buruk dan getarannya akan berdampak negatif pada tubuh, jadi kita tidak perlu heran ketika kata-kata yang buruk akan berakibat menghancurkan.

Bagi siapa saja yang merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil penelitian Dr Masaru Emoto tentang air dan hubungannya dengan manusia, bisa membaca buku-bukunya seperti The Miracle of Water, The Secret Life of Water, The Hidden Message in Water & Messages from Water. (ni buku emang oke2 banget…)

Baca Selengkapnya....

26 Agustus 2008

I have a dream

Selasa pagi 26 Agustus 2008, aku membaca sebuah penggalan ucapan pidato dari seorang tokoh terkenal Martin Luther King Jr di harian Kompas : “Saya memiliki impian, suatu hari bangsa ini akan bangkit dan mewujudkan arti sebenarnya dari kredo yang dipegang.”

Martin Luther King bermimpi suatu saat kelak akan terjadi persamaan hak antara ras negro dengan ras kulit putih di Amerika. Dalam pidatonya ia selalu menyampaikan “I have a dream”. Dan impiannya terkabul, orang negro kini mendapat hak yang sama seperti warga negara Amerika lainnya, bahkan kandidat kuat presiden Amerika kali ini adalah seorang berkulit hitam Barack Obama.

Well, kemerdekaan bangsa kita ini juga gak terlepas dari impian para pendiri bangsa, semua impian-impian itu ketika dicetuskan atau diangankan hampir semuanya serasa gak mungkin untuk diwujudkan, tapi impian itu ibarat energi kekal yang tinggal menunggu moment yang tepat untuk terwujud.

Mungkin gak akan pernah tercipta pesawat kalau Wright bersaudara gak pernah punya khayalan pingin terbang, atau gak akan pernah ada cerita manusia sampai ke bulan, kalau John F Kennedy gak pernah menyatakan impian itu sebelumnya.

Aku pernah nonton VCD nya Anne Ahira, dia bilang dulu waktu kecil dia adalah seorang pemimpi, saat menjual pisang goreng kepada para petani di sawah, sambil tiduran di tumpukan jerami dia sering melihat seekor elang yang terbang sambil berputar-putar, lalu dia mengimpikan dirinya bisa seperti elang yang terbang melayang-layang, kemudian saat melihat bebek berjalan berbaris diapun mengimpikan bisa menjadi seperti bebek yang berjalan lurus.

Anne Ahira kecil suka menempel foto-foto dirinya di kalender dengan latar belakang gedung-gedung di amrik sono, sesudah itu dia tempel di dinding kamar, sehingga setiap malam sebelum tidur dia selalu bisa membayangkan sedang berada di tempat-tempat tersebut.

Suatu saat oleh ibunya si Anne Ahira dimarahi & disuruh merobek tempelan-tempelan gambar yang ada di dinding, karena takut anaknya menjadi gila.

Beberapa tahun kemudian saat dewasa, Anne Ahira yang pernah bekerja sebagai penjaja pisang goreng itu benar-benar berpose dengan latar belakang gedung pencakar langit di amrik sono (San Fransisco), namun kali ini dia datang sebagai internet marketer kelas dunia, dan ibunya sampai menitikkan air mata ketika melihat gambar anaknya di harian Kompas dengan pose persis seperti gambar yang dulu pernah dia lihat sewaktu anaknya itu masih kecil dan menyuruh untuk merobeknya.

Impian bagaikan roh, yang seakan memiliki jiwa tersendiri yang mampu mengantar seseorang untuk meraih keinginannya. Asalkan impian itu tak pernah terintervensi atau terputus, maka impian itulah yang akan mengantar kita pada kesuksesan. Disadari atau tidak jalan untuk mencapai sukses itu akan selalu ada. Seperti ada sebuah keajaiban atau tangan Yang Maha Kuasa yang menuntun kita, yang seringkali tidak kita sadari. Mungkin berupa dorongan hati untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu, atau berupa suatu kebetulan yang mempertemukan kita dengan berbagai keberuntungan.

Kadang seorang sahabat atau saudara yang terdekat dengan diri kita sekalipun seringkali menertawakan atau mencemooh impian-impian kita, membuat diri kita menjadi ragu dan goyah akan terwujudnya impian-impian kita. Sebaiknya kita simpan saja impian itu dalam hati & biarkan dia tetap tumbuh subur dalam benak kita, biarkan dia mengendap dalam alam bawah sadar kita, jangan beritahukan kepada siapapun bila itu hanya untuk ditertawakan yang membuat kita menjadi goyah akan pencapaiannya.

Kalau perlu tulis dalam sebuah buku khusus impian, yang akan mengingatkan kita pada impian-impian kita, dan jangan pernah meremehkan impian itu karena dia memiliki energi tersendiri untuk menuntun kita, baik kita sadari maupun tidak untuk mencapainya.

Baca Selengkapnya....

25 Agustus 2008

Pengaruh tanpa sadar

Masih inget banget dulu waktu aku berusia remaja, ibuku sama mbak-mbakku selalu ngasih nasehat : “kamu kalo bergaul hati-hati, jangan terpengaruh lingkungan yang gak baik, kalo cari temen itu yang bener, jangan cari temen yang suka mabok-mabokan, jangan cari temen yang suka pake narkoba, ntar lama-lama kamu bisa terpengaruh”.

Beruntung banget aku punya keluarga yang selalu mengingatkan aku kayak gitu, walaupun dulu waktu ndengerinnya cuma kayak masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Mungkin karena nasehat kayak gitu sering aku dengar secara berulang-ulang, akhirnya sempat nyantol juga di kepalaku, nasehat sambil lalu namun bila kita mendengarnya secara berulang-ulang maka secara gak sadar akan mengendap di alam bawah sadar kita.

Menurut ajaran agama yang kita terima, kejahatan manusia itu dipengaruhi oleh adanya bisikan dari roh jahat, sedangkan menurut psikologi modern yang berperan dalam perilaku jahat manusia adalah karena pikiran bawah sadar mereka yang terlalu banyak menerima informasi kejahatan.

Pikiran bawah sadar akan mengolah & memerintahkan pikiran sadar untuk melakukan tindakan. Pikiran sadar selanjutnya memerintahkan panca indera seperi mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan semua bagian tubuh untuk melakukan sesuatu tindakan apakah itu menganiaya ataupun membunuh.

Contoh sederhana saja, orang yang gemar ngikutin berita-berita kriminal di tv maupun di koran-koran, mungkin dalam sehari dia menonton berita krimanal di tv sekitar setengah jam, berarti dalam sebulan 3 x 30 menit, dalam setahun 3 x 30 menit x 365 hari, lah kalau nontonnya selama bertahun-tahun ? berarti tinggal dikalikan saja dengan berapa lama dia mulai menggemari tontonan seperti itu.

Mungkin awalnya sekedar menerima informasi saja, dan sekedar menikmati beritanya saja, namun apa yang kita lihat, dengar maupun rasakan secara terus menerus akan masuk ke pikiran bawah sadar tanpa kita sadari. Dan informasi ini akan terus tersimpan dalam kepala, dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk keluar, maka gak heran kalau banyak pelaku kriminal yang melakukan kejahatan adalah orang-orang yang sebelumnya terbiasa menonton atau membaca berita-berita kriminal.

Terus bagaimana dengan berita gosip ? ya sama aja dunk. Berita tentang kawin cerai, kawin cerai, bahkan lebih banyak berita cerainya daripada berita yang nikah. Artis A cerai, artis B cerai, artis C cerai, karena saking seringnya akhirnya kita menyimpulkan bahwa kawin cerai itu suatu hal yang biasa. Dan gak usah kaget kalau suatu hari kita melakukan hal itu.

Maka dari itu kita dituntut untuk selektif terhadap apa yang kita lihat, kita dengar, kita tonton dan apa yang kita pikirkan. Hal ini berlaku juga dalam pergaulan, coba kita lihat sebentar perilaku teman-teman kita, bandingkan rasanya saat kita bersama dengan teman yang selalu mengeluh, mudah marah, selalu penuh kekhawatiran, mudah putus asa, selalu membenci, mencela & membesar-besarkan keburukan orang lain, bandingkan rasanya saat kita bersama dengan teman kita yang memiliki sikap pemaaf, percaya diri, suka memberi pujian pada orang lain, penuh rasa syukur, sabar, fokus, tenang, bahagia, bersemangat, penuh gairah.

Kalau kita selalu dikelilingi dengan orang-orang yang berenergi negatif (energi sucker) maka gak heran kalau perilaku kita juga gak jauh-jauh dengan mereka, begitu juga sebaliknya, kalau kita selalu bergaul dengan orang-orang yang berenergi positif (energi giver) maka perilaku kita juga akan positif.

Nah kalau boleh sekedar menambahkan nasehat ibuku & mbak-mbakku diatas, kira-kira jadinya begini “kamu kalo bergaul hati-hati, jangan terpengaruh lingkungan yang gak baik, kalo cari temen itu yang positif, jangan cari temen yang suka mengeluh, mudah marah, selalu penuh kekhawatiran, mudah putus asa, selalu membenci, mencela & membesar-besarkan keburukan orang lain, ntar lama-lama kamu bisa terpengaruh”.

So, hati-hatilah dengan pikiran bawah sadarmu, karena apa yang anda masukkan dalam pikiran bawah sadar akan berubah menjadi tindakan, hati-hati dengan tindakan karena dia akan menjadi kebiasaan, hati-hati dengan kebiasaan karena dia akan menjadi karakter, hati-hati dengan karakter karena dia akan menentukan masa depanmu.

Gambar diambil dari sini

Baca Selengkapnya....

22 Agustus 2008

Pikiranpun bisa membunuhmu

Menarik juga baca bukunya Bambang Prakuso, sampai halaman 86 aku menemukan cerita nyata yang mengisahkan kalau ternyata banyak orang yang mati karena pikiran bawah sadarnya sendiri. Bahwa ternyata rasa takut yang luar biasa itu bisa membuat orang jadi mati.

Jikalau rasa takut dimasukkan ke pikiran bawah sadar dan pikiran bawah sadar percaya bahwa ia akan mati, maka matilah dia.

Berikut ini adalah contoh cerita nyata, bagaimana pikiran bawah sadar membunuh pemiliknya, yaitu seorang tahanan perang mati kedinginan di gerbong kereta api yang mesin pendinginnya sudah dimatikan & seorang terpidana mati yang akhirnya mati dengan dieksekusi hanya menggunakan potongan es.

Karena gerbong kereta api yang mengangkut banyak tahanan sudah penuh, maka komandan pasukan memerintahkan agar seorang yang tidak dapat tempat dimasukkan saja ke dalam gerbong pendingin.

Sang tahanan sejak awal sudah demikian ketakutan, karena ia menduga akan dibunuh dengan cara dimasukkan dalam gerbong pendingin tersebut. Ia begitu yakin ia tak sanggup menahan dingin gerbong itu dan ia akan mati membeku.

Lalu oleh seorang tentara, ia dimasukkan ke dalam gerbong itu. Di dalam begitu dingin, maklum gerbong itu memang digunakan sebagai ruang pendingin. Sesampai di dalam sang tahanan memeluk dirinya sendiri, ia merasa sangat kedinginan.

Ketika sampai di tempat tujuan, si tahanan ditemukan mati dengan posisi memeluk dirinya. Padahal menurut opsir yang mengoperasionalkan gebong pendingin, temperatur gerbong pendingin itu telah dimatikan. Nah lalu mengapa si tahanan itu mati?

Dari hasil pemeriksaan dokter, ia dinyatakan mati kedinginan bukan karena gerbongnya sangat dingin, tapi karena pikiran si narapidana diliputi rasa keyakinan akan mati karena kedinginan

Sekalipun pendingin dalam gerbong telah dimatikan, pikiran bawah sadarnya terus saja meyakini bahwa gerbong yang memiliki alat pendingin itu akan membuatnya mati, maka matilah dia.

Selanjutnya adalah cerita bagaimana seorang narapidana mati hanya karena sepotong es.

Di Eropa pernah ada buronan kriminal kelas kakap berhasil dibekuk. Ia telah banyak melakukan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan, terorisme dan kejahatan sadis, sehingga negara merasa pantas mengganjar hukuman mati kepadanya. Para eksekutor kemudian mendiskusikan hukuman mati apa yang hendak dilaksanakan, apakah disetrum, di suntik mati, diminumkan racun dan sebagainya.

Tiba-tiba seorang ilmuwan usul, ia ingin melakukan sebuah eksperimen. Ia meminta ijin untuk melakukan hukuman mati dengan cara yang belum pernah dilakukan para eksekutor dimanapun di dunia ini. Karena untuk tujuan ilmu pengetahuan para eksekutor pun setuju untuk menjadikan si terhukum sebagai obyek risetnya.

Lalu si ilmuwan itu minta si terhukum dimasukkan ke dalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan si ilmuwan membisikkan “Kamu akan segera dihukum mati dengan metode terbaru. Urat nadimu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan semakin lemah sampai akhirnya kamu akan mati!”

Lalu sang ilmuwan mengatakan kini tim eksekusi sedang melakukan hukuman mati itu. Sang terhukum merasakan pergelangan tangan kanannya dipotong, ia pun merasakan aliran darah mengalir dari nadi pergelangan tangan kanannya. Darah menetes..tes..tes.. Suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia semakin kehilangan darah dan tubuhnya semakin lemah sampai jantungnya bedetak semakin perlahan dan tragisnya dia pun mati.

Apa sebenarnya yang dilakukan sang ilmuwan? Ironis, alat canggih itu sebenarnya tidak ada. Sang terhukum tidak pernah menyadari bahwa percobaan sang ilmuwan tidak pernah memotong pergelangannya. Tetapi yang mereka lakukan hanyalah… mengambil sepotong es dingin yang tajam. Kemudian potongan es tadi ditempelkan ke urat nadi si terhukum dengan gerakan seperti menyayat urat nadi. Dan tentu saja yang menetes bukan darah melainkan cairan es. Sang terhukum dibuat percaya bahwa pergelangannya telah dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi “kenyataan” karena sang terhukum memang mempercayainya! Buktinya ia meninggal. Begitu hebatnya pikiran manusia, sampai-sampai ia bisa membunuh pemiliknya sendiri.

Gambar diambil dari sini

Baca Selengkapnya....

20 Agustus 2008

Pilihlah apa yang kau cintai bukan cintailah apa yang kau pilih

Iseng-iseng buka buku alumni jaman sma yang berjudul Sejuta Rasa, aku menemukan sebuah komentar dari seorang cewek kakak kelasku yang bunyinya begini : “Sebenarnya aku tidak suka hidup di asrama, tapi karena itu pilihanku sendiri maka aku ingin mencintai apa yang telah menjadi pilihanku itu”.

Kalo melihat apa yang dia tulis, bayangan yang terlintas di kepalaku adalah hidup yang terpaksa untuk dijalani, bosan menjalani rutinitas yang terjadwal, tidak ada semangat, letoi, malas untuk beraktivitas, kalaupun beraktivitas dijalani dengan setengah hati. Walaupun dalam perjalanannya dia berusaha keras untuk mencintai pilihannya itu, tapi kalo berangkat dari keterpaksaan keknya ya tetap berat.

Sebenernya aku juga pernah merasakan hal yang sama kayak gitu, rasanya tuh udah kayak mayat hidup aja, mau ngapa-ngapain rasanya males pool. Apalagi kalau itu menjadi menu keseharian yang harus dijalani, huiih, kayak lagi manggul gunung rasanya.

Aku juga pernah baca di shoutout sebuah friendster yang bunyinya gini : “Ya Tuhan aku telah salah memilih seorang kekasih, tolonglah aku”, nah lho. Keknya tuh orang yang nulis merasa terpaksa mencintai pacarnya yang dianggapnya salah pilih, sementara dia merasa gak berani atau gak punya kemampuan untuk menghindar.

Ada banyak hal yang mempengaruhi kita dalam menentukan pilihan, bisa karena ego atau gengsi kita sendiri, opini masyarakat atau “paksaan” orang lain. Misalnya aku memilih kerja sebagai pegawai kantoran, selain emang butuh duit buat hidup, juga karena opini masyarakat kalo yang namanya kerja itu ya di kantor & ada jam kerjanya, padahal banyak temenku yang kerjanya di dunia maya, cuma megang laptop di kamar, gak punya kantor, gak punya jam kerja tapi penghasilannya bisa sepuluh kali lipat dari gajiku, tapi karena dianggap masyarakat umum kerjanya gak jelas, mereka menyebut dirinya sebagai “pengangguran terkonsep”.

Dulu waktu kuliah aku juga harus nurutin kakak-kakakku yang bertindak sebagai dewan penyantun dalam menentukan jurusan. Gak pernah mengenal dunia akuntansi sebelumnya, gak mudeng debet kredit tuh apaan, tapi karena gak enak nolak ya udah masuk akuntansi deh. Untung nih ilmu cuma butuh logika doang gak banyak hapalannya, kalo banyak hapalannya mampus lah aku.

Nah kalo yang sebabnya soal ego atau gengsi, aku nemu kasus yang agak menggelikan juga, aku pernah nanya waktu ngobrol sama temen kost sebelah kamarku, satu-satunya cewek dan yang paling kecil di kost-an ku, “kamu suka sama pacarmu dari apanya”, jawabnya bikin aku sama temen2 kost yang lain pada ngekek “gak tau, ya dulu sih cuma biar keren aja”. “Temen-temenku bilang, eh kamu keren lho kalo bisa pacaran sama dia”. Karena njawabnya polos banget, bikin aku sama temen-temenku yang ngedengerin pada ketawa.

Sebetulnya sih kalo emang kita udah menentukan suatu pilihan dan apa yang kita pilih itu benar-benar kita sukai, ya udah ambil aja pilihan itu, bukankah hidup ini adalah seni dalam menentukan pilihan. Lagian idup juga cuma sekali, kalo dijalanin dengan penuh keterpaksaan terus kapan mau menikmatinya. Gak usah mikirin opini publik atau mikirin apa kata orang, lagian yang menjalani & menikmatinya kan diri kita juga. Mau dibilang gila kek, bego kek, aneh kek, mau diketawain kek, ya anggap aja itu sebagai perbedaan pendapat yang wajar. Ikutin suara hati ajalah...

Baca Selengkapnya....

17 Agustus 2008

Hal memberi

Anak-anakku,
Jangan sia-siakan masa mudamu,
Hidup ini sangat singkat,
Gunakan semua daya dan upayamu untuk membantu orang lain mencapai impiannya.
Walau setitik, ilmu yang bermanfaat adalah zariah. “Siapa memberi dia menerima, siapa menabur dia menuai.” Hukum ini berlaku “sekarang” dan “nanti”.
Di dalam kepalamu dan di luar dirimu ada kekuatan yang maha dahsyat yang bersumber dari Ilahi. Berikhtiarlah dan mohon kepadaNya.
Semoga engkau mampu meraih impianmu melalui kekuatan pikiranmu dengan tuntunan Sang Khalik yang menciptakan jagat raya dengan segala ketiada terbatasanNya.

Ayahmu

Begitulah bunyi lengkap hadiah berupa puisi (eh, puisi bukan yach?) dari seorang Bambang Prakusa kepada kelima anaknya, puisi sebagai halaman pembuka dari bukunya yang saat ini sedang aku baca setelah aku beli hari Minggu kemaren sebagai hadiah perayaan kemerdekaan buat diriku sendiri.

Ngerenungin kalimat “siapa memberi dia menerima”, yang ada dalam penggalan puisi tersebut sebenernya susah juga, memberi = menerima kalo dipikir gak bakal deh ketemu logikanya. Maka aku akan setuju kalo ada pendapat yang mengatakan bahwa logika itu pada hakekatnya gak ada, karena apa yang disebut logika sebenernya hanya sebuah pembenaran, aku masih inget waktu aku baca buku-buku saat sma dulu tentang masa kelam gereja katolik di abad pertengahan, yang berperan sebagai lembaga yang ingin memonopoli logika berpikir manusia, sampe-sampe para ilmuwan waktu itu harus banyak yang sampe mati dibunuhin gara-gara memiliki logika berpikir yang berbeda dengan para pejabat hirarki gereja. Ini bukti kalo sebenernya gak ada seorangpun yang sepenuhnya setuju dengan logika orang lain, meskipun tampaknya logika itu paling benar, atau berasal dari otoritas yang dianggap memiliki "hak" untuk menyatakan suatu kebenaran.

Tapi untung deh, kita ini hidup di dunia yang gak melulu harus menggunakan logika untuk menangkap & menanggapi suatu hal atau peristiwa. Tetapi kita hidup di dunia yang selalu mencerminkan hukum-hukum kebenaran, salah satunya ya itu tadi memberi = menerima, nah loh.

Kata bu Catrin, guru fisika sma ku dulu, bahwa energi itu bersifat kekal & berjumlah tetap, nah kalo emang betul begitu maka menurutku saat kita “memberi” energi yang keluar dari diri kita akan diseimbangkan oleh alam untuk dikembalikan lagi kepada diri kita, jadi ketika kita memberi kepada orang lain pada hakikatnya kita sedang bersedekah kepada diri kita sendiri. Dan karena setiap niat sedekah yang ikhlas berdaya energi yang dahsyat maka seperti banyak kisah ajaib tentang the power of giving, ketika kita memberi dengan ikhlas maka justru kitalah yang akan menerima kembali, banyak memberi = banyak menerima.

Dan luar biasanya, karena ini adalah hukum alam, kita gak harus percaya akan hal ini. Seperti kita gak perlu percaya akan adanya hukum gravitasi, lepaskan saja sesuatu dari genggaman maka ia akan terjun ke bawah menghantam bumi, toh hukum ini tetap berlaku terlepas dari apakah kita mau percaya atau tidak. Seperti itu pulalah hukum “memberi = menerima” : lakukan saja pemberian atau keluarkan saja sedekah dengan penuh syukur tanpa merasa ada milik kita yang berkurang, dan saksikanlah kemudian apa yang terjadi dengan hidup kita.

Wassalam

Gambar diambil dari sini

Baca Selengkapnya....

15 Agustus 2008

Doa & imajinasi

Dulu aku adalah orang yang boleh dibilang antara percaya dan tidak mengenai efektivitas doa. Doa yang selama itu aku panjatkan bisa dibilang hanya untuk sekedar memenuhi ritual keagamaan belaka, sedangkan tingkat keyakinannya antara iya & tidak. Bahkan ketika aku mengetahui ada ordo religius yang khusus mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melulu berdoa, aku anggap mereka itu sebagai kumpulan para orang sinting yang kurang kerjaan atau orang-orang yang hendak melarikan diri dari segala permasalahan hidup.

Beruntung, Tuhan selalu mengelilingi aku dengan para sahabat yang baik. Aku masih ingat ketika ada seorang sahabatku berkata: “Yek, kowe nek ndunga, mbok bayangke opo sing mbok pingini kui nganti sing detil, karo mbok bayangke opo sing mbok dungakke kuwi wis terkabul, rasakno atimu kie seneng mergo opo sing mbok jaluk kui wis terkabul.” Anehnya nasehat yang sempat aku tertawakan itu toh aku turuti juga, dan kok ya ndilalah apa yang aku doakan waktu itu terkabul persis seperti apa yang aku bayangkan. Awalnya aku menganggap apa yang aku alami itu terjadi karena suatu kebetulan belaka, tetapi karena setelah itu aku mengalaminya secara berulang-ulang, maka aku mulai yakin akan kekuatan dan keajaiban doa.

Aku baru mengerti makna dari apa yang dikatakan sobatku itu, setelah membaca beberapa buku yang anehnya justru dikategorikan sebagai buku-buku new age oleh rekan-rekan kantorku (waktu kerja di kota ukir) yang rata-rata garis keras dalam beragama (padahal dulu waktu sma & kuliah aku sering baca buku2 atheisme, marx, gramsci..he..he..bisa dibilang kafir kali, eh pernah ding sama temen kostku dibilang sesat..wkakak..)

Mengapa kita perlu “sukses” dan “berhasil” dengan doa kita? Mengapa kita perlu melihat doa-doa kita benar-benar terkabul dan terwujud menjadi kenyataan? Sebab, sebelum kita sering menyaksikannya sendiri, kita sulit percaya terhadap efektivitas doa kita, yang akan mengakibatkan berkurangnya kepercayaan kita terhadap Tuhan yang Maha mengabulkan doa.

Apa saja yang kamu MINTA dan doakan, PERCAYAlah bahwa kamu telah MENERIMAnya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24)

Setiap keinginan adalah doa :

1. MINTA – Kutahu yang Kumau

Ada analog berikut ini : anda mendapati remote control pesawat televisi merek Sony anda rusak, kemudian anda hendak membelinya. Di toko, anda minta remote control untuk televisi Sony kepada pramuniaga. Tentu saja pramuniaga tidak bisa memberikan benda yang anda inginkan sampai anda menyebutkan secara spesifik. Ada banyak televisi merek Sony, banyak tipe dan banyak ukuran. Tentu pramuniaga belum bisa mewujudkan keinginan anda karena permintaan anda terlalu umum & kurang spesifik.

Kalau anda menginginkan sesuatu, katakanlah sepeda motor, bayangkanlah sepeda motor yang anda inginkan itu secara spesifik, baik jenis, merek maupun warnanya, kalau perlu carilah foto / gambar yang akan mempermudah anda dalam berimajinasi untuk mengilustrasikan sepeda motor persis seperti yang anda inginkan.

2. YAKIN – Percaya Melihat Niat Terwujud

Orang yang memiliki keyakinan tahu di mana meletakkan fokus perhatiannya, perhatian anda hanya terfokus pada apa yang anda inginkan. Letakkan “hati” anda di situ : mobil baru, keluarga sakinah, karier yang hebat, bisnis lancar dan lain sebagainya sambil mensyukuri apapun kondisi yang ingin anda ubah saat ini.

3. TERIMA – Bersyukur yang keras, bukan hanya bekerja keras

Langkah pamungkas ini kekuatannya sangat dahsyat namun sering diabaikan karena agak sulit ditangkap logika. Disini kita bersyukur karena membayangkan hal yang kita doakan sudah terkabul. Dengan kata lain, kita seolah benar-benar melihat, mendengar dan merasakan dengan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud, dan karena itu kita bersyukur. Ini seperti anda sudah melunasi pembayaran syukur dimuka, meskipun pesanan (doa) anda belum anda terima. Ini adalah langkah yang paling mudah sekaligus paling sulit dilakukan, terutama untuk mereka yang terlalu rasional dan analitis. Hal itu lantaran disini kita seperti pura-pura percaya bahwa doa kita terkabul. Sesungguhnya setiap niat (baca: pikiran & perasaan) kita memang sudah langsung diproses perwujudannya. Dan keyakinan keimanan kita dalam bentuk syukur akan memastikan kelancaran proses itu, sedangkan keraguan kita akan menghambat dan merusak proses terkabulnya doa itu.

Dari korban menjadi tuan
Kebanyakan orang yakin bahwa ia adalah korban dari keadaan yang sedang berlangsung. Sebagaimana lagi yakin bahwa ia punya kemampuan untuk mengubah kondisi kehidupannya. Sebagian kecil lagi yakin bahwa ia mulai bermain-main dengan kemungkinan barangkali hidupnya bisa diubah lebih baik. Dan sebagian yang lebih kecil lagi sadar bahwa dengan bantuan Tuhan segalanya memang mungkin.
Dan penghalangnya adalah diri kita sendiri.
Hiduplah dari tingkat tertinggi. Sadar bahwa dengan bantuan Tuhan, segalanya mungkin!

Wassalam

(Jika ingin mempelajari lebih dalam, silahkan baca buku Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu, terbitan Elex Media Komputindo)

Baca Selengkapnya....

08 Agustus 2008

Hati & pikiran, pencipta garis hidup & masa depan

Tanggal 12 Oktober 2003, adalah awal titik balik buatku dalam berolah pikir & berolah rasa, sejak aku membaca buku Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar karangan Dr Joseph Murphy D.R.S.,PH.D.,D.D.,LL.D. yang aku beli di Toko Buku Gramedia Pandanaran Semarang seharga Rp 21.800 (waktu itu), boleh dibilang sejak saat itu aku mengalami proses pencucian otak.

Saat aku membaca pada suatu artikel dalam sebuah blog yang sedikit banyak mengulas atau bisa dikatakan menanggapi tulisanku sebelumnya yang berjudul buku manual kehidupan, aku menemukan 2 frase kata menarik yaitu hati & akal (pikiran).

Bila aku tidak salah mengartikan, disitu disebutkan bahwa hati & akal (selanjutnya aku sebut pikiran) berlaku sebagai penuntun bagi manusia dalam mengarungi kehidupannya. Sampai disini sebenarnya aku sangat sependapat, akan menjadi tidak sependapat seandainya hati & pikiran itu hanya sekedar berfungsi sebagai “alat” penyimpan memori, baik peritiwa maupun rasa atas apa yang sudah terjadi atau kita alami sebelumnya. Sebab buatku hati & pikiran adalah “alat pencipta” masa depan & garis kehidupan.

Dalam bukunya (yang telah saya imani), Joseph Murphy membagi pikiran menjadi 2 fungsi, yaitu pikiran sadar & bawah sadar, pikiran sadar berfungsi untuk menalar secara aktif, sedangakan pikiran bawah sadar bersifat reaktif, dia hanya menerima apapun yang ditangkap & diberikan oleh pikiran sadar, kemudian memunculkannya dalam kehidupan nyata.

Cara yang baik untuk mengenal kedua fungsi pikiran ini ialah dengan mengilustrasikan pikiran kita sebagai sebuah kebun. Pikiran sadar kita ibarat seorang tukang kebun, dan kita menanam bibit (buah pikiran) dalam pikiran bawah sadar kita sepanjang hari, yang didasarkan pada apa yang biasa memenuhi pikiran sadar kita. Karena kita menyebar bibit dalam pikiran bawah sadar, maka kita akan memungut panen sesuai apa yang kita tanam.

Berikut ini suatu contoh sederhana : Bila anda berkata, saya alergi bila memakan udang, dan kemudian anda memakan hidangan berupa udang, maka tidak heran bila anda akan mengalami gatal-gatal, karena hal itu telah tertanam dalam pikiran bawah sadar anda bahwa apabila anda memakan udang maka anda akan alergi.

Bila anda berpikir bahwa anda bisa, dan anda berhasil menanamkan gagasan itu dalam pikiran bawah sadar anda, dan anda berhasil meyakinkannya serta tidak goyah dalam perjalanannya, maka anda akan mendapati diri anda berhasil seperti yang anda inginkan.

Bila anda berpikir bahwa anda tidak mampu membeli sesuatu, dan hal itu tertanam dan mengendap dalam pikiran bawah sadar anda, maka dijamin sampai kapanpun anda takkan pernah mampu untuk membeli barang tersebut.

Itulah perbedaan utama dari fungsi pikiran sadar dan bawah sadar, pikiran bawah sadar bekerja 24 jam sehari dan melakukan segala sesuatu yang telah ditanamkan oleh pikiran sadar sebagai buah dari pemikiran tetap anda, termasuk lelucon sekalipun karena pikiran bawah sadar tidak mampu membedakan mana yang serius, seolah-olah maupun lelucon.

Law of Attraction (hukum tarik menarik)
Dalam pelajaran di sekolah kita mengenal adanya hukum gravitasi yang tak terbantahkan, jika kita memegang sebuah gelas kaca, kemudian kita melepaskan gelas tersebut ke lantai, kita tidak akan pernah ditanya oleh alam apakah kita ingin agar gelas yang kita pegang itu akan jatuh atau tidak. Sebab jika kita lepaskan gelas tersebut dari tangan, maka gelas itu akan terkena hukum gravitasi yaitu jatuh ke bawah yang mengakibatkan ia pecah, terlepas dari apakah kita menyetujuinya atau tidak.

Hukum tarik menarik berlaku juga seperti hukum gravitasi, dia akan berlaku otomatis, terlepas dari apakah kita menyetujuinya atau tidak. Hukum tarik menarik ini menyatakan: “Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat (sama) dengannya.”

Bila kita memulai hari dengan perasaan “nggak enak” maka rasanya sepanjang hari itu dipenuhi oleh kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan kita.

Ini juga menjelaskan mengapa orang yang selalu merasa sial (selalu mengeluh) justru sering mendapatkan apa yang dia keluhkan, sementara orang yang selalu merasa bersyukur akan sering mengalami keberuntungan. Oleh karena hukum tarik menarik ini bekerja melalui hati (perasaan) dan pikiran kita, maka dapat dikatakan bahwa sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kenyataan dalam hidup kita, apapun kenyataan yang terjadi, baik maupun buruk.

Untuk lebih menghayati hukum tarik menarik, lihatlah diri anda sebagai sebuah megnet besar yang selalu menarik apa saja sesuai dengan fokus dari apa yang sedang anda pikirkan dan rasakan. Sehingga jika anda berpikir kesulitan, anda tidak bisa menarik kemudahan. Jika anda berpikir kekurangan, anda tidak bisa menarik kekayaan. Jika anda berpikir gemuk, anda tidak bisa menarik kurus. Oleh karena hal-hal itu bertentangan dengan hukum tarik menarik yang berlaku. Jadi biasakanlah diri anda dengan hukum ini agar anda bisa segera menggunakannya dengan sengaja untuk menarik segala sesuatu yang anda inginkan.

Melalui kekuatan hukum tarik menarik anda menarik apapun yang paling sering anda pikirkan & rasakan, apakah anda menginginkannya atau tidak. Jadi jika anda selalu memikirkan apa yang anda suka, hidup anda akan dipenuhi oleh hal itu. Dan sebaliknya jika anda selalu memikirkan & merasakan hal-hal yang tidak anda suka, maka yang terjadi dalam hidup anda pun akan mencerminkan hal itu.

Perlu anda ketahui, berpikir & merasakan tentang sesuatu hal, entah itu baik ataupun buruk, sama artinya dengan merencanakan sesuatu itu untuk terjadi. Jika anda berpikir & mersakan tentang keindahan berarti anda merencanakan keindahan untuk terjadi dalam hidup anda. Jika anda berpikir (mencemaskan) tentang kesulitan, berarti anda merencanakan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup.

Maka dari itu perbanyaklah kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh, anda melepaskan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal negatif ke dalam hidup anda. Begitu pula sebaliknya. Perhatikanlah apa yang anda pikirkan, apa yang anda ucapkan dan apa yang anda rasa dalam hati.

Sekarang kita dapat mengerti mengapa di masyarakat berlaku istilah yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Orang kaya semakin kaya, sebab pikiran & perasaan mereka selalu dipenuhi oleh semua kekayaan yang mereka miliki. Terlebih lagi jika orang kaya itu seorang yang ahli syukur, maka secara hukum tarik menarik ia akan langgeng dengan kekayaannya. Otomatis.

Sebaliknya orang miskin semakin miskin, sebab pikirannya & perasaannya dipenuhi oleh semua hal yang tidak dimilikinya. Dengan kata lain perasaan tidak punya selalu memenuhi hatinya. Terlebih lagi jika orang yang miskin itu ahli komplain yang selalu mengeluh terhadap apa yang tidak dimilikinya. Secara hukum tarik menarik ia memang akan langgeng dengan kemiskinannya. Otomatis.

Mengapa terkadang kita mendapatkan kebalikan dari apa yang kita doakan, karena kita sendirilah yang menetralisir dari apa yang kita doakan. Tuhan selalu mengabulkan doa setiap manusia. Dan Ia mengabulkan doa yang ada di hati manusia (apa yang kita rasa), bukan yang terucap di mulut. Jadi saat berdoa, jika ada konflik antara apa yang terucap di mulut dengan yang terasa di hati, maka yang ada di hati andalah yang akan terwujud.

Sebagai contoh, jika dalam doa yang terucap anda memohon sebuah mobil baru, sementara hati kecil anda mengatakan “ah sepertinya tidak mungkin” atau hati kecil anda ragu, maka keraguan atau ketidakmungkinan itulah yang akan terkabulkan. Maka dari itu yakinkanlah dahulu perasaan anda, hingga hal itu mengendap secara permanen dalam pikiran bawah sadar anda, maka baru anda akan menuai hasilnya.

Kebanyakan orang menyelingi berbagai kegiatannya dengan berbagai keluhannya, tanpa menyadari bahwa ia sedang memikirkan & merasakan apa sedang yang dia keluhkan, dan bila itu telah mengendap dalam pikiran bawah sadar anda, maka anda akan mendapatkan hal tersebut.

Maka dari itu, jika ingin kaya, pikirkan & rasakanlah keberlimpahan, jika ingin sembuh, pikirkan & rasakanlah kesehatan, jika ingin senang pikirkan & rasakanlah kebahagiaan, jika ingin tenang, pikirkan & rasakanlah tentang kedamaian, biarkanlah itu semua mengendap secara permanen dalam alam bawah sadar anda, yang secara otomatis akan memunculkannya dalam kehidupan nyata.

Semua yang terjadi di luar serupa dengan yang terjadi di dalam, yaitu pikiran & perasaannya (Charles Brodie Patterson, 1899)

Semua ada di dalam dirimu, Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)

Selamat mencoba !

Jikalau ingin mendapatkan ilustrasi lebih jelas, tontonlah film the secret.

Gambar Power of Dream diambil dari sini

Baca Selengkapnya....